| Raden Ayu Kartini | |
|---|---|
| Born |
21 April 1879
|
| Died |
17 September 1904 (aged 25)
|
| Other names | Raden Ajeng Kartini |
| Known for | National heroine |
| Religion | Islam |
| Spouse | Raden Adipati Joyodiningrat |
Ibu kita KartiniSepenggal lagu yang diciptakan W.R Soepratman seolah bergema pada hari ini, 21 April 2012. Kesunyian Ibu yang terasa menghampiri setiap diam wanita Indonesia. Gagasan demi gagasanmu membangkitkan gejolak emansipasi kaummu. Persoalan-persoalan pelik satu-persatu kau tumbangkan demi cita citamu bagi Indonesia. Ibuku, terimakasih. Atasmu, kini aku adalah mahasiswi tingkat 2 yang tak lama lagi menjadi wanita yang tak hanya diam namun mampu produktif menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagiku maupun keluargaku kelak.
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
"Habis gelap, terbitlah terang..."Kata-kata itu beberapa kali menyelami kalbu saya, kata-kata yang memberikan keyakinan bahwa, selalu ada pintu atau gerbang didalam gua yang amat gelap. Sebuah kalimat yang diilhami dari seorang wanita kelahiran Jepara 21 April 1897, melambangkan kegigihan untuk terus melangkah, tanpa putus asa dan tak takut kehilangan arah.
Beberapa kali hari Kartini, disekolahku saat TK sampai SD diperingati dengan peragaan busana adat. Memang apa hubungannya dengan Ibu Kartini? Menurut saya, makna persatuan dibalik campur baurnya pakaian adat itu. Ya, Indonesia memang unik, and how I love Indonesia so much!
No comments:
Post a Comment